Pemerintah Minta Masyarakat Tak Pilih-pilih Jenis Vaksin Covid, Menkes: Semua Sama

Pemerintah melalui Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, meminta masyarakat untuk tidak pilih pilih vaksin Covid 19. Mengingat, kata Budi, semua vaksin sama sama memberikan manfaat untuk antibodi tubuh seseorang. Hal tersebut diungkap oleh Budi dalam konferensi pers PPKM di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (23/8/2021).

"Masyarakat diimbau untuk tidak pilih pilih vaksin. Semua vaksin memberikan manfaat yang sama membangun antibodi kita," kata Budi. Dalam kesempatan yang sama, Menkes juga mengabarkan bahwa pemerintah akan mempercepat vaksinasi. Pemerintah juga meminta stok vaksin tidak boleh ditahan, harus segera didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.

"Agar segera disuntikkan, jangan ditahan sebagai stok vaksin dan dikirimkan ke provinsi. Provinsi dikirimkan ke kabupaten/kota," kata Budi. Sementara itu, untuk melakukan pengawasan terhadap distribusinya, Budi menyebut pemerintah telah membuatkan website yang dapat diakses semua orang, yaitu . Lewat website itu, kata Budi, semua dapat melihat stok vaksin di seluruh kabupaten dan kota, termasuk juga laju penyuntikannya.

Hal ini dilakukan untuk transparansi ketersediaan stok vaksin di Indonesia. Sehingga, pendistribusian vaksin dapat terorganisir secara baik dan mempermudah masyarakat mengetahui kapan akan menerima vaksinasi. Sejalan dengan pendapat Budi, Juru Bicara Penanganan Covid, Wiku Adisasmito, mengatakan pemerintah telah menjamin jenis vaksin yang tersedia di Indonesia ini sama sama efektif dalam membentuk kekebalan tubuh.

"Pemerintah menjamin bahwa setiap jenis vaksin yang ada sama sama efektif," kata Wiku, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (26/8/2021). Termasuk mengenai perbedaan angka efektifitas vaksin. Wiku meminta masyarakat tak perlu mengkhawatirkan hal itu.

"Perbedaan angka efektifitas vaksin atau kemampuan untuk membentuk kekebalan tubuh antara satu vaksin dengan vaksin lainnya bukanlah hal yang harus dikhawatirkan," kata Wiku. Wiku menerangkan, pemerintah telah membagi jenis vaksin sesuai efektivitas dan pengoptimalan manfaatnya. Pembagian tersebut dilakukan dengan berbagai pertimbangan.

Misalnya, vaksin Sinovac dan Pfizer dapat digunakan untuk anak umur 12 17 tahun. Sementara, vaksin yang dapat digunakan untuk ibu hamil adalah Sinovac, Pfizer, dan Moderna. Hal ini dilakukan demi mendapatkan hasil yang optimal dari vaksinasi tersebut.

Termasuk juga dilakukan untuk dapat memperkecil dampak negatifnya. "Hal ini semata mata untuk mengoptimalkan manfaat kesehatan dibandingkan efek negatifnya," terang Wiku.