Kasus Halal Bi Halal yang Melanggar Prokes, Plh Camat Sukoharjo Akhirnya Dicopot, Ini Penggantinya

Plh Camat Sukoharjo, Lurah se Kecamatan Sukoharjo, serta anggota PAC PDIP Sukoharjo akhirnya dicopot. Pencopotan tersebut terkait dengan kasus halal bi halal yang diduga melanggar protokol kesehatan beberapa waktu lalu. Setelah mencopot Plh Camat Sukoharjo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo menjatuhi hukuman pencopotan Plh Camat Sukoharjo mengembalikan posisi Havid Danang sebagai Lurah Gayam, Kecamatan Sukoharjo.

Menurut Wakil Bupati Sukoharjo, Agus Santosa, pihaknya telah menunjuk Camat Nguter, Sumarno untuk mengisi posisi Plh Camat Sukoharjo. "Nanti akan dirangkap oleh Camat Nguter sebagai Plh," kata Agus, Rabu (26/5/2021). "Plh Camat Sukoharjo (Havid) itu kan jabatan definitifnya Lurah (Gayam)," tambahnya.

Agus mengatakan, sanksi yang diberikan kepada Havid merupakan pembelajaran bagi ASN lain untuk mematuhi peraturan. "Posisinya kan Plh Camat sekaligus ketua gugus Covid 19 tingkat kecamatan, harus memberi contoh. Dia juga punya kewenangan, memberikan aturan dan imbauan," ujarnya. "Cermat kami wajar diberikan sanksi. Prinsipnya ini buat pembelajaran penjabat pemerintah dan lainnya," tambahnya.

Agus berharap, kasus seperti ini tak terulang lagi. Dan kepada seluruh penjabat bisa lebih berhati hati dalam mengambil keputusan. Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menambahkan, pemberhentian ini karena Havid melanggar aturan dalam Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 800/2794/SJ, tentang pembatasan kegiatan buka puasa bersama pada bulan Ramadan dan pelarangan open house/halalbihalal pada hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah/tahun 2021. "Kami telah mengimbau tak boleh ada halal bihalal. Jadi kami ambil sikap untuk pendisiplinan," ujarnya.

"Kami tidak menggelar halal bihalal, semua OPD tidak ada yang mennggelar halal bihalal," pungkasnya. Kasus Dilimpahkan ke Inspektorat Pemkab Sukoharjo Mantan Plt Camat Sukoharjo Havid Danang dinyatakan bersalah dalam kasus halal bihalal yang didatanginya.

Selain Havid, pengurus anak cabang (PAC) PDI Perjuangan juga hadir dalam acara yang digelar pada Rabu (19/5/2021) tersebut. Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Tarjono Sapto Nugroho mengatakan, Havid melanggar Pelanggaran Peraturan Daerah Kabupaten Sukoharjo Nomor 10 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit. Dalam aturan itu, setiap orang dilarang melakukan tindakan dan / atau kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan massa pada saat KLB dan / atau wabah.

"Yang mana itu berpotensi menyebarkan penyakit menular Covid 19," kata Tarjono, Senin (24/5/2021). Itu, sambung Tarjono, diperkuat dengan sejumlah barang bukti. Diantaranya, syarat undangan acara halal bihalal. "Selain itu, ada handphone Samsung Galaxy A71 warna hitam," tutur dia.

"Itu digunakan sebagai sarana untuk mendokumentasikan kegiatan," tambahnya. Kasus Halal Bihalal, sambung Tarjono, saat ini telah dilimpahkan ke Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. "Diterima langsung oleh Inspektorat melalui Bapak Djoko Poernomo," ucapnya.

Sebuah acara Halal Bihalal di Kabupaten Sukoharjo tengah ramai dibicarakan masyarakat. Acara Halal Bihalal itu digelar PAC PDI Perjuangan Sukoharjo, yang dihadiri Camat Sukoharjo, dan Lurah se Kecamatan Sukoharjo. Pengamat Politik dari Universitas Bangun Nusantara (Univet) Sukoharjo, Joko Suryono mengatakan, acara tersebut sebaiknya tidak terjadi.

"Kan sudah ada edaran dari Bupati dan Kementrian. Jadi lembaga elit daerah seperti Parta Politik (Parpol), Camat, dan Lurah bisa menahan diri dahulu," katanya, Minggu (23/5/2021). Joko juga menilai, terlepas dari aturan larangan penyelenggaraan Halal Bihalal, ASN yang melakukan Halal Bihalal dengan Parpol sebaiknya tidak dilakukan. Meskipun ASN dan Parpol merupakan mitra, namun mereka juga harus menjaga netralitasnya.

Terlebih Parpol yang melakukan Halal Bihalal dengan Camat Sukoharjo dan Lurah Sukoharjo merupakan pengusung Bupati Wakil Bupati Sukoharjo. "Sebaiknya itu (halal bihalal) tidak dilakukan," ujarnya. Acara halal bihalal plus menghadirkan biduanita dangdut di Markas PDIP Kecamatan Sukoharjo, Kamis (20/5/2021) lalu, kadung menjadi atensi publik.

Nah, kepolisian pun ternyata mengusut acara tersebut. Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Tarjono Sapto, mengatakan, pihaknya memeriksa sejumlah orang yang mengikuti acara Halal Bihalal pada Kamis (20/5/2021). Tarjono mengatakan, pihaknya akan memeriksa 21 orang saksi.

Mereka termasuk Ketua PAC PDIP Sukoharjo, Camat Sukoharjo, dan sejumlah orang yang hadir dalam acara tersebut. "Kita akan meminta keterangan sebanyak 21 saksi," katanya, Minggu (23/5/2021). Dia menuturkan, belum semua saksi dipanggil dan dimintai keterangan.

Sebab, saksi yang akan diperiksa jumlahnya cukup banyak. "Saat ini baru ada 18 orang yang sudah kami mintai keterangan," ujarnya. Kendati demikian, pihaknya belum bisa membeberkan hasil pemeriksaan tersebut.

Pemeriksaan saksi ini juga dibenarkan Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, saat ditemui di Kecamatan Gatak, Sukoharjo, Minggu (23/5/2021). "Kemarin kita sudah memintai keterangan panitia," ujarnya. Saat ditanya hasil pemeriksaan, Kapolres mengatakan masih dalam penyelidikan penyidik.

Sebelumnya, beredar video acara halal bihalal yang yang dihadiri Camat Sukoharjo, Lurah se Kecamatan Sukoharjo, bersama PAC dan Satgas PDIP Sukoharjo. Dalam video tersebut, nampak diisi oleh hiburan seorang penyanyi dangdut. Dalam video, penari itu, tanpa masker, terlihat menari menari sambil berkeliling di depan para undangan.

Padahal Bupati Sukoharjo Etik Suryani telah mengimbau masyarakat tak melakukan acara halal bihalal selama pandemi Covid 19 ini. Imbuan tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 800/2794/SJ, tentang pembatasan kegiatan buka puasa bersama pada bulan Ramadan dan pelarangan open house/halalbihalal pada hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah/tahun 2021. Setelah videonya viral, Plt Camat Sukoharjo, Havid Danang langsung menyampaikan permintaan maafnya kepada publik.

"Kami minta maaf kepada jajaran instansi dan seluruh lapisan masyarakat atas kelalaian dan kekhilafan kami," katanya, Jumat (21/5/2021). Dia mengatakan, dalam acara tersebut pihaknya telah menerapkan dan memastikan protokol kesehatannya. "Itu sesuai standar 52 orang, tempat duduk berjarak, pelaksanaan kegiatan hanya sambutan dari ketua PAC PDIP Sukoharjo dan makan bakso lalu pulang," ujarnya.

Terkait dengan hiburan musik yang ditampilkan, Havid mengatakan itu di luar prediksi. "Hiburan itu sumbangan dari salah satu anggota partai. Itu di luar skenario dari panitia dan yang hadir dalam acara itu," ujarnya. Dia menambahkan, atas kejadian itu, pihaknya sudah dipanggil oleh Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo untuk melakukan klarifikasi.

Bahkan, dia juga mendapatkan teguran atas terselenggaranya acara tersebut. "Kami menunggu pemeriksaan dari inspektorat, karena Bupati menyerahkan kepada inspektorat," ujarnya.